March 07, 2018

Girls just wanna have fun-damental human rights.

Sebagai seorang muslim, gue amat sangat paham bagaimana Islam sangat menghargai posisi wanita. Islam menjadikan wanita makhluk yang istimewa dan diangkat derajatnya dari kaum laki-laki. Banyak hal yang diperbaiki Islam terhadap akhlak dan pandangan orang jahiliyah terhadap wanita.
Akan tetapi gue sebagai wanita yang tinggal dinegara dengan mayoritas penduduknya beragam Islam, mirisnya sampe sekarang gue belum merasakan rasa aman untuk seorang wanita seperti apa yang telah diajarkan Islam untuk menghargai kehadiran wanita. Karena yang gue takutin mau ditempat sepi ataupun tempat rame pelecehan seksual bisa aja terjadi.

Gue pernah baca satu artikel yang menyebutkan bahwa ditahun 2016 kemarin ada 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan, dan angka itu meningkat terus setiap tahunnya. Gue pribadi juga pernah mengalami kejadian yang tidak sopan dan tidak pantas. Waktu itu gue masih SMA, lagi jalan ditrotoar yang kenyataannya kondisi tempat itu jelas banyak orang dan banyak kendaraan yang lewat. Tapi siapa sangka ternyata ada aja orang tengil yang bisa-bisanya punya pikiran kotor sama orang yang gak dikenal. Waktu itu pas gue lagi jalan ditrotoar tiba-tiba ada bapak-bapak yang nyamperin usianya kira-kira sekitar 30-40 tahunan. Dia nyamperin gue dan dengan sengaja nyentuh bagian dada gue, terus dia nyelonong pergi gitu aja sambil ketawa-ketiwi. Disitu gue pengen banget teriak, pengen banget nangis, tapi karena gue takut gue langsung pulang.

Yang gue pikirin kenapa bisa para laki-laki pelaku pelecehan seksual bisa ngelakuin perbuatan yang sangat gak sopan. Apa yang ada dipikiran mereka sampai mereka bisa berani ngelakuin itu ke orang yang gak dia kenal. Bukankah mereka juga punya ibu? punya isteri, punya anak perempuan atau saudara perempuan? Apakah mereka bisa merasakan bagaimana kalau keluarga mereka sendiri yang mengalaminya?

Banyak kaum laki-laki yang bilang, penyebab mengapa laki-laki melakukan perbuatan tersebut adalah karena pakaian wanita sendiri yang terbuka dan kurang sopan sehingga itu memicu terjadinya pelecehan seksual. Tapi disini gue gak terima. Di Belgia ada sebuah pameran yang memamerkan pakaian-pakaian korban dari pelecehan seksual, pameran itu diberi judul 'Is it my fault?'. Dalam pameran tersebut dipajang berbagai pakaian mulai dari piyama, pakaian olahraga, gaun, dan pakaian-pakaian yang keliatan biasa aja. Bahkan ada kaos anak-anak dengan gambar karakter My Little Pony.
Pameran ini membuktikan bahwa penyebab pelecehan seksual bukan karena pakaian wanita itu sendiri yang mengundang pelecehan seksual.

Sebenernya pelecehan seksual itu bukan hanya seputar fisik, tapi pelecehan seksual bisa terjadi secara verbal. Mirisnya pelecehan seksual secara verbal dianggap lumrah di Indonesia. Justru itu menjadi hal yang biasa dilakukan di Indonesia terhadap perempuan Contohnya seperti menyiuli, menggoda, dan berkata tidak sopan terhadap perempuan. Ini seperti membenarkan kebiasaan dan tidak ada yang bilang tindakan pelecehan itu salah. Seperti para perempuan dididik bahwa disiul itu adalah wajar karena mereka perempuan.

Disini gue menilai tugas negara dalam menjamin setiap penduduknya mendapatkan jaminan kemanan sampai taraf yang masih dianggap tabu. Baik itu dalam fasilitas dan sarana atau bagaimana para penegak hukum menangani berbagai kasus pelecehan seksual. Tetapi kesadaran dan pentingnya pendidikan moral tetap menjadi poin utama yang harus diperhatikan.

March 02, 2018

Forgive

Memang sudah keinginan setiap orang untuk selalu dipertemukan dengan seseorang yang tepat. Dalam arti, seseorang yang tau bagaimana menghargai setiap ketulusan. Seseorang yang sangat menghargai setiap janji dan kepercayaan. Mampu menjaga hatinya hanya untuk seseorang yang setia menunggu dirinya sampai keduanya bisa merasakan akhir jalan cerita mereka yang bahagia. Seseorang yang tau kemana dirinya harus pulang, tanpa harus singgah ke banyak tempat sampai ia lupa kemana jalan pulang. 

Tapi terkadang untuk mendapatkan seseorang yang tepat, untuk mendapatkan seseorang yang terbaik dari Tuhan, kita perlu diuji dulu. Kita perlu tau dulu bagaimana rasanya percaya, walau tau baginya setia hanyalah sebuah kata kosong. Berusaha memiliki hati yang ikhlas menerima bahwa bukan hanya kita yang ada didalam hatinya, bukan hanya aku yang dibuatnya jatuh kedalam hatinya. Berusaha untuk tetap mendoakan segala yang terbaik untuknya, walau tau seberapakali kita dibuatnya kecewa, bukti didepan mata. Menangisi kekesalan hati dan menerima. Apa yang membuatku sedih, sekarang aku tau I know I'm not the only one. 

Selalu berusaha bersyukur dan ikhlas menerima setiap jalan ceritanya, karena ini telah memberikan banyak pelajaran hidup untuk tidak terlalu berharap semuanya akan berujung bahagia, sampai lupa jodoh bukanlah urusan manusia. 

Tetapi aku sangat berterimakasih untuk seseorang yang telah menorehkan luka dimasa lalu. Masa lalu membuat kita lebih kuat karena sudah tau bagaimana terlatih untuk patah hati. Masa lalu adalah perjalanan hidup yang membuat kita semakin bisa membaca diri, apa yang salah dari diri. Berakhirnya cerita aku dan dia bukan berarti aku harus berlama-lama tenggelam dalam kesedihan. Aku ingin kembali menjadi seseorang yang waras. Membayar dan membuktikannya dengan prestasi. Insha Allah, aamiin.

Memaafkan itu menyembuhkan.
Memaafkan bukan berarti menghapus masa lalu.
Bukan pula melupakan yang telah terjadi.
Memaafkan tidak memberi garansi ia yang telah menyakiti hati akan menyesali dan mengubah sikapnya.
Itu diluar kendali.
Memaafkan itu mengikhlaskan.

Hard times will always reveal true friends

Tulisan ini aku persembahkan untuk semua yang telah mengenal aku, yang telah mendoakan aku, yang mau berteman dengan aku yang kadang-kadang ...